Ini Dia 10 Negara Penghasil Produksi Minyak Teratas di Dunia

PERLWIZ – Keinginan produksi minyak sudah dikuasai secara berarti oleh COVID-19, karena kegiatan usaha, perjalanan dan kehidupan setiap hari terus terusik. Kejadian itu, terpasangkan dengan perang harga di antara Arab Saudi dan Rusia, mengirimi harga pada spiral ke bawah di tahun 2020.

Tetapi, saat sebelum kejadian belakangan ini, harga minyak sudah sedikit rebound semenjak 2016 sesudah persetujuan pengaturan produksi dibikin di antara Organisasi Negara Pengekspor Minyak (OPEC) dan 11 produsen minyak khusus dunia. Itu ialah pemangkasan pertama semenjak 2008.

Kesepakatan itu mengatakan produksi minyak turun nyaris 1,delapan juta barrel setiap hari (bph), dan di akhir 2018, OPEC kembali memilih untuk memotong produksi minyak mentah sejumlah 1,dua juta barel setiap hari dalam usaha memantapkan harga.

Persetujuan OPEC hadapi kendala karena kenaikan produksi minyak di AS dan beberapa negara lain seperti Brasil dan Libya melunakkan dampak pemangkasan dan membuat beberapa volatilitas harga.

Penghasil Produksi Minyak
Penghasil Produksi Minyak

Di bulan Maret tahun kemarin, kesepakatan itu usai, dengan produksi bertambah secara menegangkan di bulan April susul keputusan Rusia tidak untuk menyepakati pemangkasan selanjutnya yang diusulkan oleh Arab Saudi. Pimpinan OPEC de facto menyikapi dengan tawarkan produknya pada harga potongan harga dan memompa semakin banyak minyak.

Di pasar yang kelebihan suplai karena minimnya keinginan, harga beralih menjadi negatif. Dengan beberapa penekanan dari AS, Rusia dan OPEC pada akhirnya capai persetujuan untuk memotong produksi sejumlah 9,tujuh juta barrel setiap hari, salah satu pengurangan produksi paling besar dalam riwayat. Semenjak itu, organisasi mulai tingkatkan tingkat produksi secara bertahap; di saat yang serupa, 2021 sudah menyaksikan keinginan minyak perlahan-lahan kembali karena tingkat vaksinasi bertambah dan kuncian COVID-19 berkurang di penjuru dunia.

Ingat kejadian pasar, banyak investor ingin ketahui negara mana yang terbanyak menghasilkan minyak. Baca terus untuk menyaksikan 10 negara pemroduksi minyak paling atas di dunia di tahun 2020. Statistik datang dari Administrasi Info Energi (EIA) dan meliputi keseluruhan produksi minyak bumi dan cairan yang lain.

Amerika Serikat

Produksi: 18.600.000 bph

Nomor satu dalam perincian 10 besar negara pemroduksi minyak ini ialah AS. Walau produksinya turun dari tingkat 2019 jadi 18.600.000 bph tahun kemarin, dia hasilkan minyak terbanyak pada 2020.

AS sudah dilukiskan sebagai produsen ayunan karena produksinya berfluktuasi bersamaan pada harga pasar. The International Energy Agen memprediksi jika negara terus akan pimpin jalan untuk sumber paling besar dari suplai baru.

Selainnya sebagai produsen minyak khusus, AS ialah customer minyak yang besar. Tahun kemarin, AS ambil keseluruhan 6,63 miliar barel produk minyak bumi — itu rerata sekitaran 18,12 juta barrel setiap hari.

Arab Saudi

Produksi: 11.010.000 bph

Output Arab Saudi capai 11.010.000 barel setiap hari di tahun 2020. Negara ini mempunyai 17 % dari cadangan minyak dunia yang bisa dibuktikan dan sebagai pengekspor minyak paling besar. Bidang minyak dan gasnya menyumbangkan sekitaran 50 % dari produk lokal bruto, dan sekitaran 85 % dari penghasilan exportnya.

Di tahun 2020, Arab Saudi mainkan peranan kunci dalam keputusan OPEC untuk mengungkung produksi minyak. Negara Timur tengah memilih untuk kurangi produksi sejumlah 3,tiga juta barel setiap hari untuk penuhi keadaan persetujuan yang diberi tanda tangan dengan anggota dan sekutu OPEC yang lain.

Rusia

Produksi: 10.500.000 bph

Saat sebelum pengurangan produksi di tahun 2020, produksi minyak Rusia sudah bertambah sepanjang beberapa tahun; itu capai 10.500.000 bph tahun kemarin. Mayoritas cadangan Rusia berada di Siberia Barat, di antara Pegunungan Ural dan Daratan Tinggi Siberia tengah, dan di daerah Ural-Volga, memanjang ke Laut Kaspia.

Di bawah persetujuan tahun kemarin dengan anggota OPEC dan beberapa negara lain, Rusia harus mendapati langkah untuk menggunting seperlima dari produksi minyaknya, atau sekitaran 2,lima juta barrel setiap hari, untuk menangani kelebihan pasar.

Kanada

Produksi: 5.290.000 bph

Selanjutnya dalam perincian 10 negara pemroduksi minyak paling atas ini ialah Kanada. Produksi minyak tahunan negara tersebut turun jadi 5.290.000 barel setiap hari di tahun 2020, turun dari tingkat produksi tahun 2019 sejumlah 5.500.000 barrel setiap hari.

Sebagian besar cadangan minyak bisa dibuktikan Kanada berada di Alberta, dan menurut pemprov, 97 % cadangan minyak ada berbentuk pasir minyak. Export energi ke AS menyumbangkan mayoritas dari keseluruhan export energi Kanada. Tetapi, karena pemikiran ekonomi dan politik, Kanada meningkatkan langkah untuk menganekaragamkan partner dagangnya, khususnya dengan meluaskan jalinan dengan pasar negara berkembang di Asia.

Kanada sudah turut serta dalam diskusi nasional mengenai jaringan pipa. Di tahun 2018, pemerintahan federasi beli pipa Trans Mountain Kinder Morgan Canada (NYSE: KMI) dengan harga C$4,5 miliar untuk pastikan minyak mentah Kanada capai dermaga pasar. Pada waktu itu, pengembangan diprediksi menelan ongkos C$7,4 miliar kembali, kemudian pemerintahan akan jual project itu kembali lagi ke bidang swasta. Pada Februari 2020, prediksi ongkos baru untuk project itu mengirim angka C$7,4 miliar jadi C$12,6 miliar.

Lepas dari wabah global dan jatuhnya harga minyak, pembangunan peluasan jalan dengan beberapa langkah keamanan COVID-19. Pengembangan saat ini diharap akan bekerja pada Desember 2022.

Cina

Produksi: 4.930.000 bph

Produksi minyak tahunan China ialah 4.930.000 barel setiap hari di tahun 2020. Negara ini ialah customer minyak terbesar ke-2 di dunia dan berpindah dari pengimpor minyak bersih paling besar ke-2 jadi yang paling besar di tahun 2014.

Dari 10 negara pemroduksi minyak paling atas, Cina ialah negara paling padat di dunia dan mempunyai ekonomi yang berkembang cepat, beberapa faktor yang menggerakkan tingginya keinginan energi keseluruhannya. Walau sebenarnya, negara Asia sebagai customer minyak paling besar, dengan 55 % impornya datang dari beberapa negara anggota OPEC.

Menurut Reuters, import minyak mentah China tumbuh sejumlah 7,3 % untuk capai tingkat rekor di tahun 2020. Pengilangan dan operator penyimpanan mandiri “(mengambil) keuntungan dari” harga rendah dan “keinginan lokal yang kuat karena ekonomi secara cepat sembuh dari wabah virus corona.”

Irak

Produksi: 4.160.000 bph

Di tahun 2017, walau tingkatkan produksinya, Irak tersisih dari urutan ke-6 oleh Iran dalam perincian 10 negara pemroduksi minyak paling atas ini. Output di tahun 2018 menolong negara memperoleh kembali status keenamnya.

Negara Timur tengah itu alami pengurangan produksi minyak secara berarti dari 4.740.000 barel setiap hari pada 2019 jadi 4.160.000 barel setiap hari pada 2020. Ini menggenggam cadangan minyak bisa dibuktikan paling besar ke-5 di dunia dengan 145 miliar barel; yang sebagai wakil 8,4 % dari cadangan global.

Uni Emirat Arab

Produksi: 3.790.000 bph

Uni Emirat Arab ialah anggota OPEC, dan mempunyai rangking antara 10 negara pemroduksi minyak paling atas sepanjang beberapa dasawarsa. Di tahun 2020, kelihatan sedikit pengurangan produksi dari tahun awalnya 4.010.000 barel setiap hari, dengan produksi minyak menurun jadi 3.790.000 barel setiap hari.

Negara ini mempunyai cadangan minyak bisa dibuktikan paling besar ke-8 di dunia dengan 98 miliar barel, dengan mayoritas cadangan itu berada di Abu Dhabi. UEA menyumbangkan 5,6 % dari keseluruhan cadangan global.

Produksi Minyak Terbesar
Produksi Minyak Terbesar

Brazil

Produksi: 3.780.000 bph

Tahun kemarin, produksi minyak Brasil naik mencolok dari 3.678.000 barel setiap hari pada 2019 jadi 3.780.000 barel setiap hari pada 2020.

Menurut EIA, keseluruhan konsumsi energi primer di Brasil nyaris 2x lipat dalam dasawarsa paling akhir karena kemajuan ekonomi yang terus-menerus. Sisi paling besar dari keseluruhan konsumsi energi Brasil ialah minyak dan bahan bakar cair yang lain, dituruti oleh pembangkit listrik tenaga air dan gas alam. Kenaikan produksi dan export belakangan ini disebutkan sebagai dari hasil investasi besar sepanjang tahun oleh Petróleo Brasileiro (Petrobras) yang diatur negara.

Iran

Produksi: 2.810.000 bph

Produksi minyak Iran turun tahun kemarin, turun dari 3.190.000 barel setiap hari pada 2019 jadi 2.810.000 barel setiap hari pada 2020. Menurut EIA, Iran menggenggam cadangan minyak bisa dibuktikan paling besar ke-4 di dunia dan cadangan gas alam paling besar ke-2 di dunia. Lepas dari cadangan negara yang berlimpah, produksi minyak Iran sudah turun dengan signifikan dalam tahun-tahun ini, dan perkembangan produksi gas alam lebih lamban dari yang diharap.

Ancaman AS dan konflik regional semua memberatkan bidang produksi energi Iran. Memblok akses Iran ke pengangkut minyak mentah akan berpengaruh besar pada industri minyak negara tersebut, dan konsumen paling besarnya di Asia. China belakangan ini tanda-tangani kesepakatan perdagangan dan keamanan 25 tahun dengan Iran dan sudah minta AS untuk mengambil ancamannya.

Kuwait

Produksi: 2.660.000 bph

Paling akhir dalam perincian 10 besar negara pemroduksi minyak ini ialah Kuwait, yang produksinya turun di tahun 2020 sesudah bertambah sepanjang 2 tahun beruntun. Pada 2016, produksi capai 3.072.000 barel setiap hari, selanjutnya menurun jadi 2.825.000 barel setiap hari pada 2017. Pada 2018, negara tersebut sedikit sembuh, menghasilkan 2.870.000 barel setiap hari dan kembali naik jadi 2.940.000 barel setiap hari pada 2019. Pada 2020, tingkat produksi tersebut turun ke tingkat paling rendah. dalam sekian tahun, pada 2.660.000 bph.

Bidang minyak dan gas Kuwait menyumbangkan sekitaran 60 % dari PDB negara dan sekitaran 95 % dari penghasilan exportnya.

Source : perlwiz.bizPortal Berita Terupdate dan Teraktual Indonesia

Default image
flyingsheep
Articles: 10